OSINT (Open Source Intelligence) adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi yang tersedia untuk publik — situs web, media sosial, registri domain, arsip, citra satelit, dokumen pemerintah — untuk menjawab sebuah pertanyaan.
Yang termasuk OSINT
- Membaca profil publik, metadata foto, dan arsip halaman web.
- Memeriksa record DNS, sertifikat TLS, dan data registri domain.
- Mencari dokumen perusahaan di registri resmi atau arsip pengadilan.
- Menelusuri citra satelit dan foto jalan untuk verifikasi lokasi.
Yang bukan OSINT
- Membeli atau mencari database bocoran berisi email, password, NIK, atau nomor plat.
- Membobol akun, melakukan credential stuffing, atau menyamar untuk memperoleh akses.
- Melacak orang tanpa izin, terutama untuk mengintimidasi atau meneror.
- Menyebarkan data pribadi orang lain (doxxing).
Kerangka hukum di Indonesia
UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) mengatur pemrosesan data pribadi. Mengumpulkan dan menyebarkan data pribadi orang lain tanpa dasar pemrosesan yang sah dapat berujung pada sanksi perdata maupun pidana. UU ITE juga mengatur akses ilegal ke sistem elektronik.
Praktisnya: informasi yang terbuka bukan berarti bebas digunakan untuk merugikan orang lain. Selalu ada tiga pertanyaan sebelum memulai:
- Apa tujuan investigasinya, dan apakah proporsional?
- Apakah aku punya dasar untuk mengakses data ini?
- Apakah hasilnya akan kupublikasikan, dan apa dampaknya bagi orang yang terlibat?
Prinsip kerja yang sehat
Verifikasi dua sumber independen sebelum menyimpulkan. Simpan bukti (screenshot, arsip, timestamp). Pisahkan fakta dari inferensi. Dan ingat bahwa tidak menemukan sesuatu juga sebuah temuan.