Serangan phishing yang meyakinkan jarang memakai domain asal-asalan. Mereka memakai domain yang mirip, typosquatting, atau subdomain yang menipu — misalnya login.aman-bank.xyz.
Enam pemeriksaan cepat
- Usia domain. Domain kampanye phishing biasanya berumur hari atau minggu. Cek lewat RDAP.
- Registrar & privasi WHOIS. Privasi WHOIS itu normal, tapi kombinasi domain baru + registrar murah + hosting murah patut dicurigai.
- Record email. Domain tanpa SPF/DMARC yang mengirim email “resmi” adalah lampu merah.
- Pola subdomain. Certificate transparency sering membocorkan staging dan panel admin.
- Kesamaan visual. Huruf yang mirip (rn vs m), tambahan tanda hubung, atau TLD berbeda.
- Infrastruktur bersama. Reverse IP bisa menunjukkan satu server menampung puluhan domain phishing.
Setelah dicurigai
Jangan mengklik tautan. Periksa dari perangkat yang terisolasi atau lewat urlscan.io. Laporkan ke penyedia hosting dan registrar — mereka punya kewajiban menindaklanjuti laporan abuse.
Untuk pemilik domain
Pasang DMARC dengan kebijakan p=reject, pantau certificate transparency untuk domainmu, dan daftarkan di layanan pemantauan typosquatting.